HomeBatamBerikut Sederet Catatan Bermasalah Terkait Kontraktor Masjid Tanjak

Berikut Sederet Catatan Bermasalah Terkait Kontraktor Masjid Tanjak

Channelbatam- Video runtuhnya plafon Masjid Tanjak Bandara Hang Nadim, Kota Batam sempat ramai dibicarakan di berbagai media sosial pada Kamis (08/09) semalam. Potongan video yang beredar memperlihatkan bagaimana plafon di dalam Masjid yang dapat menampung sebanyak 1.250 orang jamaah ini jatuh berhamburan.

Diketahui, proyek pembangunan Masjid Tanjak dengan nilai kontrak hampir 40 milyar dimenangkan oleh Kontraktor PT Nenci Citra Pratama, Konsultan Perencana Ir. Y. Seno Prakoso, MT dan Konsultan Supervisi PT Narga Saraba Bhumi.

Mengutip dari laman indokontraktor.com, PT Nenci Citra Pratama adalah perusahaan Pelaksanaan konstruksi beralamat di Jl. Utan Kayu Raya No. 63 Rt/Rw. 011/005 Kel. Utan Kayu Utara Kec. Matraman kabupaten Kota Jakarta Timur. PT Nenci Citra Pratama adalah badan usaha berpengalaman yang mengerjakan proyek nasional.

Adapun susunan pengurus PT Nenci Citra Pratama per tanggal 31 Desember 2018, sebagai direktur adalah Nelse S dan Erwin Pratama Tambunan bertindak sebagai komisaris. Dari beberapa pemberitaan yang beredar terkait PT Nenci Citra Pratama, didapat sejumlah proyek yang terdapat masalah.

Salah satunya yang dikutip dari tewenews.com dengan judul ‘Diduga Gunakan Material Bekas Untuk Pembangunan Gedung Sekolah’, berita tersebut menyebutkan proyek pembangunan gedung sarana prasarana pendidikan di wilayah kabupaten Cilacap terindikasi tidak akan bertahan lama. Pasalnya, dalam pembangunan Gedung dengan anggaran belasan miliar untuk 8 sekolahan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui pihak kedua PT Nenci Citra Pratama itu menggunakan material bekas.

Selain itu, Nama Nelse S, direktur PT Nenci Citra Pratama sempat tersangkut dalam kasus yang melibatkan Bupati Bogor non aktif Ade Yasin. Ade Yasin (AY) diduga menyuap sejumlah Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat (Jabar) dengan menggunakan uang dari para kontraktor.

Ade Yasin diduga meminta para anak buahnya mengumpulkan dana dari para kontraktor untuk mengurus laporan keuangan janggal Pemkab Bogor. Dari 12 bos kontraktor yang dipanggil KPK, Nelse dan dua orang lainnya yang bernama, Dedi Wandika, serta seorang pensiunan Amhar Rawi tidak hadir.

“Ketiganya tidak hadir dan informasi yang kami terima ketiganya tanpa memberikan konfirmasi alasan ketidak hadirannya. Tim penyidik segera menjadwalkan pemanggilan berikutnya,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melansir OKEZONE.COM, Selasa (31/05).

Sementara itu, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi meminta pertanggungjawaban dari kontraktor berkenaan dengan robohnya plafon Masjid Tanwirun Naja atau Masjid Tanjak. “Saya sudah mendapat laporannya dan saya akan cari kontraktornya. Saya akan minta pertanggungjawaban,” kata Rudi, dikutip dari Antara.

Pihaknya juga akan meminta bantuan Satuan Pengawasan Intern (SPI) untuk memeriksa dan mengaudit pembangunan Masjid Tanjak, serta mencari tahu penyebab pasti runtuhnya plafon masjid tersebut. “Kami akan periksa, apakah karena hujan, atau memang besinya yang tidak kuat. Ini sedang kami betulkan supaya bisa kembali digunakan untuk beribadah,” tambah Rudi.

spot_img

Populer

News Update

Berita Terkait