HomeBatamHadapi Ancaman Resesi Global 2023, Kadin Kepri Ajak Semua Kepala Daerah dan...

Hadapi Ancaman Resesi Global 2023, Kadin Kepri Ajak Semua Kepala Daerah dan Stakeholder Hadiri Rembuk Ekonomi

Channelbatam- Kamar Dagang dan Industri Provinsi Kepulauan Riau mengajak tujuh kepala daerah kabupaten/kota di Kepri untuk berembug dan merumuskan langkah-langkah taktis dalam menghadapi potensi dampak resesi global tahun 2023 mendatang.

Diketahui Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi global sedang tidak baik-baik saja. Diperkirakan pada tahun 2023, dunia akan mengalami resesi ekonomi global.

Di Jawa Barat dan Jawa Tengah, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai terjadi di sejumlah industri padat karya yang bergerak di sektor garmen dan alas kaki akibat turunnya pesanan dari Amerika Serikat, Eropa, dan China.

Menurunnya permintaan dari negara-negara tersebut karena kondisi ekonomi mereka sedang merosot tajam. “Persoalannya negara-negara tersebut juga adalah negara utama tujuan ekspor Kepri,” ujar Ketua Kadin Kepri Ma’ruf, Minggu (20/11).

Gambaran itulah, menurut Makruf, yang mengkhawatirkan para pengusaha di Kepri. Hal ini lantaran mayoritas industri di Kepri juga bersifat padat karya, yang mempekerjakan ribuan karyawan. Sudah saatnya semua stakeholder duduk bersama memikirkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi pada tahun depan dengan merumuskan langkah-langkah antisipatif dan membuat terobosan ekonomi di daerah masing-masing

“Bisa dibayangkan jika produk manufaktur Kepri juga merosot, bukan tidak mungkin industri di Kepri, terutama Batam, akan melakukan pengurangan produksi,” kata Makruf. “Jika kondisi ini terjadi maka akan ada pengurangan karyawan besar-besaran dan akan menambah pengangguran di Batam yang sudah mencapai sembilan persen,” ujarnya.

Menurut Makruf, ancaman resesi global 2023 yang mulai dirasakan di berbagai daerah di Indonesia, harus disikapi serius untuk mencegah terjadinya PHK massal di Kepri. Selain itu, pengangguran yang tinggi pun mesti dicarikan jalan keluarnya.

Rencananya pada akhir November ini, Kadin mengundang Kemenko Perekonomian, gubernur Kepri, wali kota/bupati se Kepri, dan Kepala BP Batam untuk menggelar diskusi atau rembuk ekonomi.  Kegiatan ini akan membahas rumusan program ekonomi unggulan di masing-masing daerah, dan langkah antisipatif terhadap dampak krisis global di Kepri.

“Makanya saya minta semua kepala daerah dan kepala BP Batam harus hadir tanpa diwakilkan. Ayo, kita tanggalkan atribut politik masing-masing. Kita cari jalan keluar bagaimana meningkatkan ekonomi di Kepri ini. Bagaimana kita mengantisipasi resesi global 2023 dan kita sama-sama cari solusinya,” ujarnya.

Selain kepala daerah, Kadin juga akan mengundang semua stake holder dan asosiasi pengusaha yang ada di Kepri. Jadi pelaku usaha nanti bisa langsung berinteraksi dengan kepala daerah dan stake holder mengenai kendala di lapangan dalam hal menjalankan usahanya. Sebaliknya, kepala daerah juga bisa mengetahui langsung apa kendala yang dialami pengusaha di lapangan.

“Kalu masing-masing sudah tahu apa kendala yang ada di lapangan, maka mari bersama-sama mencari solusinya dan langsung menerapkannya di daerah masing-masing,” katanya. Menurut Ma’ruf, pengusaha selama ini masih banyak mengeluh mengenai kesulitan dalam berinvestasi baik dalam hal regulasi dan birokrasi. Hantaman pandemi Covid-19 juga sangat memberatkan semua kalangan, termasuk dunia usaha. Apalagi ancaman resesi 2023 mendatang.

Meski diakui, bahwa Kadin Kepri selama ini tetap melakukan lompatan-lompatan untuk menarik investasi masuk ke Batam. Terbukti dengan masuknya beberapa investasi yang akan menyerap tenaga kerja ribuan orang dengan mempromosikan BBK murah.

“Pada masa pandemi Covid-19 lalu, Kadin mendatangkan investasi ke Batam. Sudah terbukti, investasi masuk dengan jumlah tenaga kerja ribuan orang. Kami tidak akan berhenti, kami masih terus berusaha menjajaki kerjasama dengan negara asing,” ujarnya.

Ma’ruf membeberkan, pihaknya dalam waktu dekat akan berangkat ke Asia Timur untuk melihat peluang investasi yang akan dibawa ke Kepri. Bahkan Kadin sudah mengajukan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) laptop ke pemerintah pusat.

“Kami sudah mengajukan TKDN laptop, ini masih terus kami tindak lanjuti. Dan mudah-mudahan, kalau tidak ada halangan, kami berencana akan ke Jepang untuk bertemu langsung dengan pengusaha dan pemerintah di sana. Mudah-mudahan ada lagi investor yang mau menanamkan modalnya di Kepri,” katanya.

Menurutnya, jika semua kepala daerah bisa memberikan kemudahan kepada dunia usaha, maka ekonomi akan tumbuh. Ia berharap semua pihak harus serius menghadapi dan mengatasi ancaman resesi 2023 ini.

Selain itu, Makruf juga akan mengundang media massa, baik cetak dan online, yang ada di Kepri dan Batam Khususnya. Menurutnya, dukungan dari media juga dibutuhkan untuk promosi Kepri.

“Tentunya pemberitaan yang positif. Jadi pertemuan dengan kepala daerah tersebut bisa dimuat di media masing-masing. Semua elemen masyarakat harus bersinergi untuk meningkatkan perekonomian yang ada di Kepri ini,” katanya.

spot_img

Populer

News Update

Berita Terkait